Karo Info

Bupati Karo Harap Ikrar Sumpah Pemuda Bentuk Komunikasi Penyelamat Bahasa Indonesia

Views
Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH menyambut baik kegiatan “Gelar Wicara Nasional” yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara. Bahasa Indonesia adalah salah satu alat pemersatu bangsa yang harus diutamakan pemakaiannya, karena bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa.

Bupati Karo Harap Ikrar Sumpah Pemuda Bentuk Komunikasi Penyelamat Bahasa Indonesia

Karo-Surakaro.com
Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH menyambut baik kegiatan “Gelar Wicara Nasional” yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara. Bahasa Indonesia adalah salah satu alat pemersatu bangsa yang harus diutamakan pemakaiannya, karena bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa.

Turut mendampingi bupati karo, Panitia Gelar Wicara dari Balai Bahasa Prov Sumatera Utara Dr. Tomson Sibarani, M.Hum, Rehan Halilah Lubis, S.Pd., M.Hum, kadis pendidikan DR Eddi Surianta surbakti, kadis kominfo Jonson Tarigan kepala bappeda Ir Nasib Sianturi, Msi.

Pada kesempatan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyapa Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Kepala Badan Bahasa Endang Aminuddin Aziz, Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Maryanto dengan kearifan lokal suku karo, mejuah juah, mejuah juah.

Selanjutnya, dikemukakannya pengutamaan Bahasa Indonesia digunakan dalam aspek pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, ruang publik, dan masyarakat umumnya, dengan tidak mengenyampingkan bahasa daerah (bahasa Karo), dan mempelajari bahasa asing demi kemajuan bangsa Indonesia.

“Dalam rangka membangun kemandirian bangsa Indonesia, melalui penginternasionalan bahasa Indonesia, dan jejak awal perkembangan bahasa Melayu sebagai Lingua Pranca yang kemudian melahirkan bahasa persatuan, bahasa Indonesia sebagaimana yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928,” jelasnya lewat daring, diruang Karo Command Center (KCC) Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Selasa (27/10/2020) sekira pukul 09.30 WIB.

Sambung Terkelin, Bahasa Indonesia saat ini banyak diterpa penggunaan bahasa asing, dapat ditemukan dalam nama usaha menggunakan bahasa asing di ruang publik. Penggunaan bahasa asing juga secara tidak langsung dalam komunikasi keluarga sering dilakukan yaitu dengan kata “ok” untuk menyatakan persetujuan yaitu “ya”. Hal seperti ini, perlu menjadi perhatian bagi kita untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sebagai bentuk penyelamatan bahasa Indonesia.

“Sekaitan itu, Untuk merayakan 92 tahun SUMPAH PEMUDA, kami dari Kabupaten Karo mendukung bahasa Indonesia sebagai alat untuk menyatukan bangsa dari Sabang sampai Merauke perlu dijaga dari gangguan bahasa asing. Pemakaian bahasa Indonesia di Kabupaten Karo sudah dianggap baik, karena masyarakatnya sudah mengerti dan memahami penggunaan bahasa Indonesia. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kesempatan yang tepat di negara yang kita cintai ini. Sekian dan Terima Kasih!!! Mejuah-juah Kita Kerina!!!,” ungkapnya. (Dhany/RP)

 

 

Tinggalkan Balasan