Berita DaerahHomeKaro InfoSerba-SerbiWarta

Pengadaan Alat-Alat Revitalisasi Covid-19 dari Kementerian Pariwisata Berkisar 500 Juta di Pihak Ketigakan “PPK LPM : Itu Bukan Penunjukan Langsung,Tapi pengadaan Langsung”

Views

Pengadaan Alat-Alat Revitalisasi Covid-19 dari Kementerian Pariwisata Berkisar 500 Juta di Pihak Ketigakan

PPK LPM : Itu Bukan Penunjukan Langsung,Tapi pengadaan Langsung

Ket Foto :PPK Dinas Parawisata Kabupaten Karo, Rista Boru Sinaga yang membidangi Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat ketika dikonfirmasi wartawan

Karo,Surakaro.com-

Sebanyak 108 pelaku usaha parawisata Kabupaten Karo yang telah memenuhi syarat sesuai ketentuan mendapat bantuan hibah dari kementerian parawisata yang meliputi pengusaha hotel, Rumah Makan, Restoran ,  Desa wisata dan objek wisata berupa alat-alat Revitasisasi covid-19 berupa Sapu lidi, Serok sampah, Tong sampah , Pompa elektrik, Mesin babat , Wash tafel ,Pengepel lantai ,Cangkol, Sorong beko,sapu ,Tong sampah,Cairan pengepel dan Selang Air.

Dari keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Parawisata Kabupaten Karo, Rista Boru Sinaga yang membidangi Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat , Selasa ( 12/1) jam 11.00 Wib di Gedung Kesenian Parawisata komplek Open Stage Mejuah-juah Berastagi mengatakan, Dinas Parawisata Karo menjalankan program Kementrian Parawisata untuk membagikan alat-alat Revitalisasi covid -19 untuk dibagikan kepada pengusaha pelaku wisata di Kabupaten Karo yang telah melunasi pajak melalui PPKAD.

” Biaya pengadaan alat-alat Revitalisasi covid-19 dari Kementerian lebih kurang 500 juta. Dan pembelian alat alat tersebut dilakukan oleh pihak ketiga. Lupa apa nama CV yang ditunjuk kemaren . Itu bukan penunjukan langsung tapi pengadaan langsung ,” kata PPK itu.

Ketika ditanya apa beda penunjukan langsung dengan pengadaan langsung PPK Dinas Parawisata Karo itu ,tetap bersikukuh pengadaan langsung sembari mengatakan lupa CV yang ditunjuk melakukan pengadaan alat alat yang dibagikan tersebut.

Salah satu pedagang Jagung bakar  diseputaran open stage Berastagi merasa dianak tirikan dari kebijakan Dinas Parawisata Karo yang tidak ada mendapat bantuan berupa alat alat Revitalisasi covid-19 dari Kementerian Parawisata.

” Pengusaha hotel berbintang, pengusaha objek wisata dapat batuan yang mempunyai modal milaran rupiah. Kami pedagang jagung rebus modal ratusan ribu diabaikan.Kami hanya diminta KTP dan Kartu Keluarga saja,” kata wanita paruh baya yang mengaku Beru Sembiring itu .(Nico Sitepoe)

 

surakaro
the authorsurakaro
simple

Tinggalkan Balasan